Text
Saksi dan Pelaku Gestapu: Pengakuan Para Saksi dan Pelaku Sejarah Gerakan 30 Sepember 1965
Mayjen Soeharto, Pangkostrad:
"Saya tahu siapa itu Letkol Untung. Saya ingat, dia seorang yang dekat, rapat dengan PKI, malahan pernah jadi anak didik tokoh PKI, Alimin."
Kapten Soekarbi, Wa Dan Yon 530/Brawijaya (pemimpin pasukan di sekitar lapangan Monas):
"Tanggal 21 September 1965 ada radiogram dari Pangkostrad. Radiogramnya saya ingat nomor 220 dan nomor 239 tanggal 21 September 1965. Isinya perintah agar Yon 530/Para Brigade 3/Brawijaya dipersiapkan dalam rangka HUT ABRI ke-20 tanggal 5 Oktober 1965 di Jakarta dengan perlengkapan tempur garis pertama.
Letkol Udara Heru Atmodjo, Ass. Dir Intelijen Udara:
"Saya tidak melihat adanya kegiatan sekelompok pimpinan yang sedang memimpin operasi, apalagi operasi besar. Saya juga kaget ketika mendengar dalam pengumuman bahwa yang mempin gerakan adalah Letkol. Untung, dan bukan Brigjen Supardjo."
Buntoro, prajurit Cakrabirawa:
"Letkol Untung telah melakukan kesalahan besar dalam operasi rahasia ini dan tidak sesuai dengan perintahnya sendiri."
***
Buku ini bermaksud mendokumentasikan beragam kesaksian yang pernah dipublikasikan berbagai media massa mengenai tragedi 30 September 1965. Bukan hanya kesaksian dari para pelaku, tetapi juga keluarga korban, maupun mereka yang "dikorbankan". Apakah pengakuan mereka konsisten? Apakah pengakuan mereka memberi petunjuk tentang siapa "dalang" GESTAPU?
Tidak tersedia versi lain