HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) yang berkibar namanya sebagai pujangga seiring terbitnya roman Tenggelamnya Kapal van der Wijck, bertemu dengan Bung Karno untuk pertama kali di Bengkulu, 1938, atas ide Abdul Karim Oei Tjeng Hien. Namun kedatangan Jepang tak lama kemudian membuat posisi Hamka di Medan menjadi kontroversial di mata umat akibat kedekatannya dengan penguasa militer. Di a…
"Malik terperenyak. Kata-kata ”obatilah hati ayahmu yang letih” itu dengan cepat membawa kembali kenangan sepuluh tahun terakhir hubungan mereka yang renggang. Terutama sejak sang ayah menceraikan ibunya, kejadian yang membuat Malik benci luar biasa kepada sang ayah sebelum mengetahui duduk permasalahan yang sebenarnya. * Hamka yang dikenal oleh rakyat Indonesia adalah sosok ulama, Ketu…